Checklist Harian — Waktu & Rezeki
Rutinitas Harian

Waktu & Rezeki

Checklist manajemen waktu ala sunnah, dipadukan dengan amalan penunjang kelancaran rezeki — mengikuti ritme lima waktu sholat. Tersambung ke spreadsheet-mu, sinkron di semua device.

Memuat...
Pengaturan (isi sekali saja):
Tempel URL Web App Apps Script (diakhiri /exec): URL ini didapat dari Deploy > New deployment > Web app di Apps Script spreadsheet-mu.

Subuh

Mengawali Hari

Sholat Subuh berjamaah / tepat waktuAwal keberkahan waktu, HR. Muslim
Sedekah subuhMengawali hari dengan memberi sebelum meminta
Dzikir pagi & istighfarQS. Nuh 71:10-12 — istighfar dikaitkan dengan datangnya rezeki
Susun 2-3 prioritas hari ini
Dhuha

Ikhtiar & Kerja

Sholat DhuhaHR. Muslim no. 721 — anjuran sholatnya shahih
Mulai kerja dengan doa & niat, bukan menunda"Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah" — HR. Abu Dawud & Tirmidzi. Burung tetap terbang cari makan — usaha + tawakal
Kerjakan tugas terpenting lebih dulu (bukan yang termudah)
Dzuhur–Ashar

Menjaga Ritme

Sholat Dzuhur & Ashar tepat waktu — jeda kerja sejenak
Hubungi / tanya kabar keluarga atau kerabatSilaturahmi melapangkan rezeki — HR. Bukhari-Muslim
Maghrib–Isya

Menutup Hari

Sholat Maghrib & Isya tepat waktu
Syukuri pencapaian hari ini, sekecil apapunQS. Ibrahim 14:7 — bersyukur akan ditambah nikmat
Baca doa syukur menutup hari
Muhasabah singkat — apa yang bisa diperbaiki besok"Hisablah dirimu sebelum dihisab" — Umar bin Khattab
Tidur lebih awal, tidak begadang tanpa keperluan
Prinsip Utama
  • Aktif, tidak menunggu — rezeki dijemput lewat ikhtiar, bukan ditunggu sambil diam.
  • Bersilaturahmi — jaga dan sambung hubungan dengan orang tua & kerabat.
  • 5 sebelum 5 — jangan menunda pekerjaan, umur itu pendek: selagi sehat sebelum sakit, selagi luang sebelum sibuk.
  • Sedekah continue — kecil tapi rutin, lebih baik daripada besar tapi sesekali.
  • Sholat Dhuha — istighfar — sholat 5 waktu tepat waktu — tiga hal ini fondasi harian yang menopang seluruh checklist.

Catatan: Checklist ini alat bantu praktik, bukan dalil baku — sebagian anjuran (mis. Dhuha, sedekah, silaturahmi) berdasar hadits shahih; sebagian lain (mis. urutan prioritas kerja) adalah kebiasaan baik yang selaras dengan semangat sunnah, bukan perintah tekstual.